Di artikel sebelumnya telah di bahas mengenai acrylic, apa arti dan kegunaanya. Di jaman dahulu kala alias jaman purba (kata sejarah) sebelum ada teknologi canggih terdapat tumpukan atau kumpulan batu yang sangat banyak, yang kala itu disebut jaman batu. Tapi kayaknya bukan itu deh pertimbanganya, ga tahulah hanya kurang lebih seperti itu. Di jaman itu segala alat yang di gunakan baik untuk keperluan bertani dan rumah tangga tidak lain tidak bukan adalah batu. Sekarang sobat masih suka lihat barang–barang dari batu? Saya jadi ingat kampung halamanku yang indah, menawan dan mempesona walaupun ada yang bilang kampung alias orang gunung ato desa yang tertinggal. Bak mandiku dulu terbuat dari batu, tungku/pawon (sekarang kompor) juga dari batu, penumbuk padi sekarang mesin penggiling gabah juga dari batu, bahkan sabun mandiku dulupun batu (he..he..hee). Pokoknya masih banyak unsur batu deh padahal waktu itu sudah tahun 70 an. Uups sory jadi melantur…sampai mana tadi? Begini, semua tadi ada korelasinya dengan kehidupan masa kini yang telah berubah 180 derajat bahkan lebih, susah ngukurnya. Itulah realita yang harus kita lalui dan lewati walo terkadang rintangan bahkan malapetaka menganga di depan kita tanpa kita menyadarinya. Lho trus apa kaitanya sama acrylic yang sedang kita bahas? Acrylic atau di baca akrilik kan buah dari kemajuan teknologi, yang lebih popular setelah batu sebetulnya kayu (bahan alami). Sedangkan yang lagi di bahas acrylic adalah bahan kimiawi yang tentunya berasal dari hasil penambangan. Maksud? Penulis juga gak tahu nama kimianya tapi kalo ga salah termasuk bahan polymer yang bentuknya chip. Untuk membentuk acrylic jadi lembaran/sheet tentunya chip itu harus di panaskan dengan suhu yang di perlukan agar chip mudah leleh dan akhirnya di bentuk sesuai keinginan. Acrylic yang saya gunakan kebanyakan berbentuk lembaran seperti triplex, hanya saja acrylic banyak corak dan warnanya. Nah di Negara yang kita cintai ini Indonesia sebetulnya banyak perusahaan – perusahaan yang menggunakan acrylic, tapi tidak sedikit pula yang masih awam tentang acrylic. Padahal Acrylic bisa menggantikan kayu dan kertas, memeng harganya kelewat mahal. Kalau efektifitas, keindahan, keunikan dan kemewahan yang jadi pertimbangan, tidak salah Acrylic adalah solusinya. Produk apa saja sih yang bisa dibuat dari Acrylic? Sangat banyak contohnya ; Rak, Display, Showcase, Neon box, Tempat brosur, Plakat, Signage, Poster/Frame, Tabung bahkan Lemari ataupun kursi dan pokoknya banyak banget. Untuk para sobat, relasi sobat yang membutuhkan produk dari bahan acrylic ayolah kemari saya bantu mewujudkannya.