New York (ANTARA News) – Kurs dolar AS melemah terhadap mata uang utama lainnya pada Jumat (Sabtu pagi WIB), karena data ketenagakerjaan Amerika Serikat untuk September lebih buruk dari yang diperkirakan.

Total daftar gaji pekerja non pertanian meningkat 142.000 pada September, jauh di bawah konsensus pasar 203.000 pekerjaan, Departemen Tenaga Kerja mengumumkan pada Jumat.

Sejauh pada tahun ini, pertumbuhan lapangan pekerjaan telah mencapai rata-rata 198.000 per bulan, dibandingkan dengan rata-rata kenaikan bulanan 260.000 pada tahun lalu.

Pada September, rata-rata penghasilan per jam untuk semua karyawan pada daftar gaji non pertanian swasta turun satu persen menjadi 25,09 dolar AS, juga gagal memenuhi perkiraan.

Tingkat pengangguran bertahan di 5,1 persen pada September. Selama tahun ini, tingkat pengangguran dan jumlah penganggur masing-masing turun sebesar 0,8 persentase poin dan 1,3 juta.

Data tersebut mendorong para investor mempertimbangkan kembali perkirakan untuk kenaikan suku bunga oleh Federal Reserve AS, yang menekan dolar.

Pada akhir perdagangan di New York, euro menguat ke 1,1225 dolar AS dari 1,1185 dolar pada sesi sebelumnya, dan pound Inggris naik menjadi 1,5193 dolar AS dari 1,5132 dolar. Dolar Australia naik ke 0,7032 dolar AS dari 0,7031 dolar.

Dolar dibeli 119,88 yen Jepang, lebih rendah dari 119,92 yen pada sesi sebelumnya. Dolar bergerak turun menjadi 0,9707 franc Swiss dari 0,9777 franc Swiss, dan melemah menjadi 1,3189 dolar Kanada dari 1,3257 dolar Kanada, demikian Xinhua.