Sering kali kami mendengar pertanyaan seperti ini, “Peredam suara apa yang paling bagus?” Banyak produsen yang mengklaim bahwa peredam suara buatan merekalah yang paling bagus. Untuk menjawab pertanyaan tersebut, mari kita ikuti artikel berikut ini. Mari kita ulas berdasarkan karakteristiknya.

Bahan Peredam Suara

Kita membutuhkan bahan peredam suara untuk mengatasi dua masalah, yaitu menginsulasi gangguan suara ataupun menyerap pantulan suara. Bahan peredam suara yang banyak tersedia dan biasa digunakan untuk keperluan tersebut adalah glasswool, rockwool, fiber, busa telur, gabus, foam, dan sebagainya.

Untuk menginsulasi kebocoran suara, bahan peredam suara dipasang di celah udara antara dua partisi. Sedangkan, untuk meredam pantulan suara, bahan peredam suara dipasangkan menghadap sumber suara.

Artikel ini membahas perbandingan spesifikasi teknis dua bahan peredam suara yang umum digunakan di pasaran seperti glasswool dan rockwool.

Karakteristik Glasswool

Glasswool adalah bahan peredam suara yang berbahan dasar serat kaca. Ciri-ciri Glasswool seperti selimut tebal berwarna kuning. Glasswool dijual eceran dalam bentuk lembaran dan dalam kuantitas besar dalam bentuk roll. Glasswool memiliki ketebalan 25mm – 50mm dengan densitas permukaan mulai dari 25g/m2 sampai dengan 75g/m2.

Ada dua jenis glasswool yang dijual di Indonesia, yaitu glasswool tanpa brand dan glasswool branded. Di pasaran Indonesia, yang banyak di jual adalah glasswool tanpa brand yang tidak memiliki sertifikasi keamanan api maupun keamanan bagi lingkungan. Glasswool lokal biasanya dipakai di proyek dengan anggaran tidak terlalu tinggi karena harganya yang cukup ekonomis.

Pada saat pengaplikasiannya, glasswool sering kali rontok dan menempel di kulit sehingga menyebabkan kulit gatal atau perih seperti tertusuk jarum. Apabila serbuk kaca tersebut tersedot masuk ke paru-paru, akan melukai serabut paru-paru yang halus. Serabut tersebut tidak bisa dikeluarkan dengan cara apa pun juga.

Glasswool berfungsi meredam suara dan dapat menginsulasi panas. Glasswool juga bersifat menyerap uap air. Dalam keadaan lembab, kemampuan meredam suara glasswool menjadi berubah. Glasswool yang lembab akan berjamur dan beratnya menjadi 5 – 7x berat aslinya. Kelembaban glasswool juga berdampak pada umur yang mana glasswool akan mudah menjadi lapuk dan hancur seperti pasir.

Glasswool

Karakteristik Rockwool

Rockwool adalah bahan peredam suara yang terbuat dari bahan dasar bebatuan. Ciri-ciri rockwool seperti selimut tebal berwarna abu-abu atau kuning. Rockwool dijual eceran dalam bentuk lembaran dalam kuantitas besar dalam bentuk roll atau lembaran berkemasan plastik. Rockwool memiliki ketebalan mulai dari 25mm – 100mm dengan densitas permukaan mulai dari 30g/m2 sampai dengan 100g/m2.

Rockwool adalah produk serat mineral ringan yang dirancang untuk meredam suara dan isolasi terhadap panas. Terdapat dua jenis rockwool di pasaran Indonesia, yaitu rockwool tanpa brand dan rockwool impor branded. Perbedaan harga antara rockwool branded dan tidak branded cukup jauh. Rockwool tidak branded memiliki kualitas yang kurang baik untuk dipakai pada proyek yang mensyaratkan keamanan dan kesehatan. Bahan peredam suara ini biasanya dipakai di proyek dengan anggaran tidak terlalu tinggi karena harganya yang tidak terlalu mahal.

Memilih Bahan Peredam Suara

Bahan peredam suara mana yang paling bagus? Memilih bahan peredam suara sebenarnya harus disesuaikan dengan kebutuhan dan anggaran. Peredam suara yang baik adalah peredam suara yang cocok dengan kebutuhan kita. Pilihlah bahan peredam suara yang sesuai dengan kebutuhan kita. Memenuhi kebutuhan spesifikasi teknis akustik yang disyaratkan, memenuhi faktor keamanan, kesehatan, kemudahan, kebersihan, dan berumur panjang. Lalu, yang terakhir adalah memenuhi batasan anggaran yang kita miliki.